revolutiontr.com – Normcore merupakan tren fashion yang menekankan kesederhanaan, kenyamanan, dan penolakan terhadap gaya berlebihan. Istilah ini menggabungkan kata “normal” dan “hardcore”, menggambarkan pendekatan radikal terhadap pakaian sehari-hari yang biasa saja. Awalnya muncul sebagai konsep ironis pada 2010-an, normcore kini mengalami kebangkitan besar di 2025 sebagai respons terhadap kelelahan tren mikro, fast fashion, dan ketidakpastian ekonomi global. Tren ini mempromosikan pakaian netral, fungsional, dan timeless seperti jeans longgar, kaus polos, sweater sederhana, dan sepatu sneakers klasik.
Di 2025, normcore tidak lagi sekadar anti-tren, melainkan gerakan yang selaras dengan nilai sustainability dan quiet luxury. Penjualan pakaian netral meningkat signifikan, dengan merek seperti Uniqlo, COS, dan The Row menjadi favorit. Tren ini mencerminkan pergeseran prioritas konsumen, terutama Gen Z, yang lebih memilih investasi pada kualitas daripada kuantitas.
Asal Usul dan Sejarah Normcore
Normcore pertama kali muncul sebagai konsep pada 2013 dalam laporan “Youth Mode: A Report on Freedom” oleh agen trend forecasting K-HOLE dari New York. Awalnya, istilah ini menggambarkan sikap mental: menemukan kebebasan dalam menjadi “tidak spesial” atau menyatu dengan massa, bukan gaya pakaian. K-HOLE menggunakan normcore untuk mengkritik budaya individualisme berlebih di era media sosial awal.
Pada 2014, media seperti New York Magazine salah menginterpretasikan sebagai tren fashion, mengaitkannya dengan pakaian seperti dad jeans, fleece, dan sepatu New Balance—gaya yang mirip Jerry Seinfeld di serial TV klasik. Istilah ini cepat viral, menjadi kandidat Word of the Year oleh Oxford dan masuk AP Stylebook pada 2016. Namun, banyak yang menganggapnya sebagai lelucon hipster yang berlebihan.
Meski sempat “mati” di akhir 2010-an, normcore berevolusi menjadi gorpcore (outdoor functional) dan bloccore. Kebangkitan di 2025 didorong oleh kelelahan TikTok, recession chic, dan preferensi terhadap pakaian praktis pasca-pandemi.
Karakteristik Utama Gaya Normcore
Normcore ditandai dengan pakaian yang “boring” tapi disengaja: warna netral seperti putih, abu-abu, beige, dan hitam; potongan longgar dan nyaman; serta merek massal seperti Gap, Uniqlo, atau H&M. Elemen kunci meliputi:
- Jeans mom atau dad yang longgar
- Kaus polos atau turtleneck
- Sweater crewneck tanpa logo
- Sepatu sneakers putih klasik seperti New Balance atau Adidas Stan Smith
- Jaket fleece atau windbreaker sederhana
Fokus pada fungsi daripada estetika mencolok, dengan aksesoris minimal. Di 2025, normcore menyatu dengan indie sleaze, menambahkan elemen 2000-an seperti celana cargo rendah atau topi baseball polos.
Normcore di 2025: Kebangkitan sebagai Tren Berkelanjutan
Pada 2025, normcore kembali dominan sebagai counter terhadap maximalism dan micro-trends. Faktor pendorong termasuk kelelahan sosial media, ketidakpastian ekonomi, dan kesadaran sustainability. Penjualan staples netral naik 13% YoY, dengan hashtag #normcore mencapai ratusan juta views di TikTok.
Merek luxury seperti The Row dan Loewe mengadopsi “casual elegance”, sementara fast fashion dikritik karena mengeksploitasi subkultur. Normcore mendukung circular fashion: pakaian timeless mudah di-thrift dan tahan lama, mengurangi waste.
Di Asia, termasuk Indonesia, normcore selaras dengan gaya minimalis urban, dipengaruhi quiet luxury dan preferensi Gen Z terhadap kenyamanan.
Pengaruh Budaya dan Sosial Normcore
Normcore mencerminkan pergeseran budaya: dari individualisme ke kolektivitas, di mana “blending in” menjadi bentuk kebebasan. Di masa ketidakstabilan, gaya sederhana membantu menghindari perhatian berlebih.
Pengaruhnya pada sustainability: mendorong konsumsi sadar, mengurangi impuls buying. Secara sosial, normcore demokratis—tidak memerlukan budget besar, membuat fashion lebih inklusif.
Di kreatif, banyak desainer memilih pakaian basic untuk fokus pada karya lain, bukan outfit.
Cara Mengadopsi Gaya Normcore
Untuk mencoba normcore:
- Pilih warna netral dan potongan oversized
- Kombinasikan jeans dengan kaus polos dan sneakers
- Hindari logo mencolok atau aksesoris berlebih
- Prioritaskan kualitas bahan untuk kenyamanan jangka panjang
Di Indonesia, cari di Uniqlo, Zara, atau thrift shop untuk versi affordable.
Masa Depan Normcore
Normcore diprediksi bertahan sebagai non-tren abadi, selaras dengan nilai anti-konsumerisme dan sustainability. Di 2025 dan seterusnya, ia akan terus berevolusi, mungkin menyatu dengan tren lain seperti recession core.
Normcore lebih dari sekadar fashion—ia adalah pernyataan tentang kesederhanaan di dunia kompleks. Dari asal ironis hingga kebangkitan berkelanjutan di 2025, tren ini mengajak kita menghargai yang biasa sebagai bentuk kebebasan sejati. Dengan memilih normcore, kita tidak hanya nyaman, tapi juga berkontribusi pada fashion yang lebih bertanggung jawab. Coba terapkan dan rasakan bedanya!

